BAB 4 MULAI MENULIS

Mencari ide adalah yang pertama kali harus dilakukan. Kami tidak bilang ini akan mudah, tetapi anda jelas bukan orang pertama yang kesulitan mencari ide, namun akhirnya menghasilkan novel best seller.

First draft is only a first draft  
It could go in the trash, or it can be best seller five years later

Ide itu mahal

Ide itu memang mahal. Tapi mungkin masih nomor dua termahal setelah kesehatan. Buku “Laskar Pelangi” mungkin tidak akan ada, kalau Andrea Hirata tidak pernah merenung tentang masa lalunya. Penyihir “Harry Potter” mungkin tidak akan ada andaikan kereta api J.K. Rowling, sang pengarang, tidak ditunda keberangkatannya.

Seperti yang pernah kami sampaikan di bab-bab awal. Ide itu adalah barang aneh. Buat beberapa orang, mencari ide ekivalen dengan duduk di kursi dengan laptop di atas meja. Namun buat orang-orang “acak” (random soul) seperti kami ini, ide dapat muncul di mana saja. Di taman, di atas kendaraan, antri bayar di kasir, dll. Untuk itu anda perlu alat ajaib yang bisa menangkap ide anda itu secara instan saat ia muncul pertama kali. Alat yang kami maksud adalah:

  • buku tulis (notebook). Anda bisa menggunakan buku tulis apapun, dari yang paling murah seperti buku “Letjes” atau yang semahal “Moleskine”. Anda dapat menuliskan apapun yang anda pikirkan di dalamnya. Kalau orang bule bilang ini “scribbling” atau “jolting”.
  • perekam suara (voice recorder). Anda dapat menggunakan alat khusus atau cukup menggunakan telepon seluler (HP) anda. Bahkan model HP yang paling sederhana sudah memiliki fasilitas perekam suara.

Tentunya kalau anda, seperti halnya kami, seorang mahasiswa atau mantan mahasiswa yang saat ini sudah menjadi dosen atau peneliti, proses kreatif mencari ide tentunya tidak seabstrak seorang novelis. Dalam mencari ide, kita sebagai peneliti dipermudah dengan:

  • batasan ilmu. Sebagai peneliti, kita akan dikenal dengan bidang ilmu yang kita tekuni. Penulis sendiri memiliki bidang keilmuan geologi dan kedokteran. Bidang ilmu akan dapat dirinci ke level sub bidang ilmu bahkan sub-sub bidang ilmu (lihat gambar berikut), misal:
    • bidang ilmu geologi yang kami tekuni adalah hidrogeologi, bukan eksplorasi migas atau mineral,
    • bidang ilmu kedokteran yang kami tekuni adalah kesehatan masyarakat, bukan gizi, kedokteran anak, atau yang lainnya. Masing-masing bidang ilmu akan memiki rangkaian kata kunci populer. Dari mana kata kunci didapatkan, dari mesin pencari (search engine). Barang ini adalah souvenir from the 20th century. Walaupun diawali oleh Yahoo (dan perusahaan lain pada periode yang sama, misalnya: Excite, Altavista, dan WebCrawler), namun sekarang siapa yang tidak kenal dengan Google. Kita akan bahas ini dalam sub bab selanjutnya.

caption: Pembagian ilmu geologi

  • batasan waktu. Proses penulisan artikel atau laporan riset akan sangat berkaitan dengan tenggat pemasukkan abstrak atau proposal riset. Batasan waktu yang lain, misalnya: periode penyusunan full paper (umumnya 3 minggu), atau periode pelaksanaan riset (rata-rata 6-8 bulan untuk satu tahun anggaran). Batasan waktu ini akan menjadi batasan ide apa yang akan kita tulis.

insert gambar

  • batasan data. Bila anda ingin menulis artikel tentang artikel dengan batasan waktu hanya tiga minggu, janganlah anda menggunakan data yang baru akan diambil di lapangan. Gunakanlah data yang telah siap dalam bentuk spreadsheet di laptop atau PC anda.
  • batasan metode. Setiap artikel dengan batasan halamannya (tidak lebih dari 15 halaman), tidak akan mampu mengakomodir seluruh metode yang anda ketahui. Misalkan, anda akan menulis makalah dari riset yang menggunakan lima metode, maka anda dapat membaginya ke dalam dua atau tiga makalah.

caption: Topik riset, metode yang dipakai dan pembagiannya dalam makalah

Mulai dari mana

Kami mengemukakan ide yang agak aneh di sini. Mulailah menulis dari belakang. Yaitu dari halaman daftar pustaka. Apa maksudnya? Ya baca saja dulu. Sengaja agar anda penasaran.

Start from the end: Mulai dari halaman paling belakang

Googling isn’t everything: Teknik mencari informasi dan merumuskannya

Anda hatus tahu akan memulai dari mana. Hasil pencarian Google tidak akan berkurang tapi dari  waktu ke waktu akan terus bertambag. Anda akan tenggelam dalam lautan informasi. 

Cara lainnya, anda bisa memulai dari platform jurnal atau platform riset open access. Semua makalah yang ada di dalamnya bebas untuk diunduh. 

Apa contohnya?

Banyak. Saat ini beberapa platform berikut ini sangat menonjol di dunia maya dan sosial media:

  1. ScienceOpen: situs ini mirip portal makalah ilmiah. Anda dapat mencari makalah, mengunduhnya, bahkan memberikan komentar/review. 
  2. RIOJournal: platform ilmiah ini lebih unik. Mereka menerima makalah proposal riset, hasil sementara, atau dokumen manajemen data. Seluruhnya dimuat secara open access dengan doi agar dapat disitasi.
  3. F1000Research: platform ini merupakan salah satu pelopor post publication peer review. Paper yang dikirim ke jurnal ini akan menjalani proses review teknis dokumen. Bila secara visual dan substansial tidak ada masalah, maka makalah langsung tayang. Berikutnya paramormbaca dipersilahkan memberikan review secara terbuka

Ketiga contoh jurnal di atas adalah sedikit dari banyak lainnya yang mendorong implementasi konsep open science di dunia.

Contoh

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s