Tag Archives: zotero

WTF: APAKAH CSL ITU?

What is csl?

Table of Contents

Naskah ini merupakan draft awal, bagian dari buku “Menulis (ilmiah) itu menyenangkan”. Artikel pendek ini diilhami diskusi yang kami ikuti beberapa hari lalu mengenai citation style language dalam format penulisan tugas akhir. Seperti biasa, dokumen ini ditulis dalam text mode menggunakan Emacs org-mode, tanpa Ms Word. Semoga bermanfaat.

1 Gaya sitasi

Anda pasti pernah melihat Daftar Pustaka. Isinya adalah identitas lengkap rujukan yang telah anda gunakan dalam teks. Mungkin isinya akan seperti ini:
`

Irawan, DE., Silaen, H., Sumintadireja, P., Lubis, RF., 
Brahmantyo, B., and Puradimaja, DJ. (2014). 
Groundwater-surface water interactions of Ciliwung River streams, 
segment Bogor-Jakarta, Indonesia, Environmental Earth Sciences, 
73(7). doi:10.1016/j.obhdp.2007.08.002

Kalau anda bandingkan antara dua jurnal yang berbeda, seringkali gaya penulisan pustakanya berbeda. Ini karena di dunia setidaknya dikenal ada empat gaya sitasi:

  • APA
  • MLA
  • Harvard
  • Vancouver

Masing-masing memiliki format tersendiri untuk penulisan rujukan maupun teknik menulis rujukan dalam teks. Bila rujukan yang anda gunakan, hanya lima atau 10, mungkin tidak masalah kita ketik manual. Tapi kalau jumlah rujukannya sudah 50 bahkan lebih, maka anda akan memerlukan aplikasi yang mendukung citation management.

Seperti yang telah sering saya jelaskan, bahwa komponen dari citation manager terdiri dari:

  1. aplikasi citation manager, misal: Zotero, Mendeley, EndNote,
  2. konektor ke perambah (/browse/r): anda bisa menggunakan Google Chrome, Mozilla Firefox, atau Safari,
  3. konektor ke pengolah kata: anda bisa menggunakan LibreOffice, TexStudio (LaTex), atau Microsoft Office.
  4. citation style language (csl) file: file ini ada yang sudah terinstalasi di dalam aplikasi citation manager, tapi anda akan perlu menginstalasi file csl tambahan untuk sesuai dengan permintaan jurnal tujuan anda menulis.

2 File CSL

CSL adalah singkatan dari Citation Style Language. Ini adalah file text (ASCII) yang dapat anda buka dengan aplikasi “Notepad” biasa. Sesuai namanya file ini menyimpan gaya sitasi. Biasanya nama filenya adalah nama akan sesuai dengan gaya sitasi, misal: hydrogeology-journal.csl.

Isinya kurang lebih adalah sebagai berikut:

<style xmlns="http://purl.org/net/xbiblio/csl" version="1.0" default-locale="en-US">
<!--
 Generated with https://github.com/citation-style-language/utilities/tree/master/generate_dependent_styles/data/springer 
-->
<info>
<title>Hydrogeology Journal</title>
<title-short>Hydrogeol J</title-short>
<id>http://www.zotero.org/styles/hydrogeology-journal</id>
<link href="http://www.zotero.org/styles/hydrogeology-journal" 
rel="self"/>
<link href="http://www.zotero.org/styles/springer-
xbasic-author-date" 
rel="independent-parent"/>
<link href=
"http://www.springer.com/cda/content/document/cda_downloaddocument/
Key_Style_Points_1.0.pdf" 
rel="documentation"/>
<link href="http://www.springer.com/cda/content/document/
cda_downloaddocument/manuscript-guidelines-1.0.pdf" rel="documentation"/>
<category citation-format="author-date"/>
<category field="science"/>
<issn>1431-2174</issn>
<eissn>1435-0157</eissn>
<updated>2014-05-18T01:40:32+00:00</updated>
<rights license="http://creativecommons.org/licenses/by-sa/3.0/">
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 3.0 License
</rights>
</info>
</style>

Mumet bukan?

Dengan demikian nama csl harus diketahui sebelum anda mengunduhnya
dari repositori csl, dalam hal ini kita akan menggunakan citation
manager
Zotero yang repositorinya ada di tautan:
http://www.zotero.org/styles. Jadi daripada harus belajar programming
csl file, lebih baik, cari namanya kemudian unduh filenya.

zoterorepo

Figure 1: Tampilan repositori csl Zotero

3 Aliran kerja citation management

Secara sederhana, pengelolaan sitasi atau citation management dapat dijelaskan dalam diagram alir sebagai berikut. Komponen utamanya adalah:

  • aplikasi citation management,
  • connector to browser dan connector to word-processor.

Aliran kerja diawali dengan anda mencari rujukan yang anda perlukan melalui perambah/browser (anda dapat menggunakan Chrome, Firefox, atauapun Safari). Umumnya para pengguna akan mengunjungi situs database ilmiah sebagai berikut:

  • Google Scholar
  • Scopus
  • Sciencedirect
  • Proquest
  • dll

citmanage

Figure 2: Aliran kerja citation management

Saat anda menemuka makalah yang anda perlukan, selain mengundung pdf filenya, yakinkan anda mengunduh citation info (cari tombol “Export” atau “Export” citation), pilih format citation info yang sesuai dengan citation manager yang anda gunakan. Bila anda memilih format “BibTex” atau “text file”, maka umumnya semua aplikasi citation manager akan mengenalnya. Citation info adalah metadata dari setiap rujukan yang anda unduh. Nantinya, citation info akan di-import ke dalam aplikasi citation manager anda, hingga menghasilkan item sitasi yang siap untuk dirujuk dalam teks. Anda dapat pula menempelkan pdf file ke item sitasi yang bersangkutan.

Cara lainnya, adalah, bila anda menggunakan Zotero dan telah menginstalasi browser connector, anda dapat langsung meng-klik tombol bergambar “huruf Z” atau “folder warna biru”. Hasilnya akan muncul form pilihan sitasi mana yang diperlukan, atau klik saja “Select all”. Kemudian secara otomatis, browser connector akan mengunduh citation info dan pdf file (bila memang tersedia) dan memasukkannya ke dalam library di aplikasi Zotero. Akan lebih baik anda buka terlebih dahulu Zotero, pilih library atau koleksi target penyimpanan atau buat baru, sebelum anda melakukan langkah tersebut di atas.

Hasilnya dapat langsung anda lihat di koleksi Zotero anda. Semua citation info dan pdf file akan tersimpan di dalamnya. Mudah dan cepat bukan.

4 Contoh

Bila ada kasus seperti ini:

Dalam template tesis/disertasi ada format sitasi yang dibakukan. Pertanyaan: apa nama gaya sitasinya? Misal APA, MLA, Harvard? Atau merujuk ke jurnal-jurnal tertentu.

Bila anda menghadapi hal ini, setidaknya anda harus mengetahui bidang ilmunya, misal: apakah ilmu kebumian (earth sciences) atau ilmu alam (natural sciences). Bila ada sudah tahu, maka anda dapat mengunjungi repositori csl dari citation manager yang anda gunakan. Bila anda menggunakan Zotero, maka anda harus ke http://www.zotero.org/styles. Masukkan kata kunci bidang ilmunya, bila anda sorot tautan hasil pencarian, maka akan muncul preview dari gaya sitasi yang bersangkutan. Kemudian anda cocokkan saja dengan contoh yang diberikan.

Namun bila anda sudah melakukan hal di atas dan ternyata tidak ditemukan gaya sitasi yang mirip, maka mungkin bidang ilmunya keliru. Coba kata kunci yang lain. Cara lain bila sudah buntu, ya harus belajar bagaimana membuat csl sendiri. Pilih saja gaya sitasi yang paling mirip, kemudian anda edit. Saya belum dapat memberikan tutorial karena memang saya juga masih belajar.

Sebenarnya karena csl file adalah text file dan punya format baku, maka anda dapat bebas mengikuti tutorial yang banyak tersedia di dunia maya. Tapi kalau anda menggunakan Zotero, saya sarankan anda kunjungi tautan berikut: https://www.zotero.org/support/dev/citation_styles/style_editing_step-by-step.

WTF: citation styles

Format rujukan atau sitasi selalu menjadi pertanyaan besar bagi para mahasiswa, sekaligus juga para dosennya. Beberapa format sitasi yang umum digunakan di dunia ada lima. Sebagian besar format lainnya adalah variasi dari lima format ini. Apa sajakah itu? Berikut contohnya.

APA format:

Irawan, D. E., Puradimaja, D. J., Notosiswoyo, S., & Soemintadiredja, P. (January 01, 2009). Hydrogeochemistry of volcanic hydrogeology based on cluster analysis of Mount Ciremai, West Java, Indonesia. Journal of Hydrology, 376, 1, 221-234.

Chicago format:

Irawan, Dasapta Erwin, Deny Juanda Puradimaja, Sudarto Notosiswoyo, and Prihadi Soemintadiredja. 2009. “Hydrogeochemistry of volcanic hydrogeology based on cluster analysis of Mount Ciremai, West Java, Indonesia”. Journal of Hydrology. 376 (1): 221-234.

Harvard format:

IRAWAN, D. E., PURADIMAJA, D. J., NOTOSISWOYO, S., & SOEMINTADIREDJA, P. (2009). Hydrogeochemistry of volcanic hydrogeology based on cluster analysis of Mount Ciremai, West Java, Indonesia. Journal of Hydrology. 376, 221-234.

MLA format:

Irawan, Dasapta E, Deny J. Puradimaja, Sudarto Notosiswoyo, and Prihadi Soemintadiredja. “Hydrogeochemistry of Volcanic Hydrogeology Based on Cluster Analysis of Mount Ciremai, West Java, Indonesia.” Journal of Hydrology. 376.1 (2009): 221-234. Print.

Vancouver format:

Mirip dengan MLA format tapi dalam perujukan dalam naskah ditandai dengan nomor, bukan nama penulis (nama, tahun). Pada daftar pustaka tiap dokumen yang dirujuk dalam teks diurutkan berdasarkan nomor.

[1] Irawan, Dasapta E, Deny J. Puradimaja, Sudarto Notosiswoyo, and Prihadi Soemintadiredja. “Hydrogeochemistry of Volcanic Hydrogeology Based on Cluster Analysis of Mount Ciremai, West Java, Indonesia.” Journal of Hydrology. 376.1 (2009): 221-234. Print.

Sepertinya banyak sekali yang harus diingat. Memang tidak perlu diingat. Itulah gunanya anda mengunduh citation info dalam format: BibTex (*.bib), EndNote (*.enl), RIS (*.ris) dll. Sekali kita unduh file tersebut dan kita masukkan ke app citation manager, maka app itulah yang akan menangani. Jadi sekali lagi format-format APA, Chicago, dll yang ada di atas tidak perlu diingat.

Berikut ini adalah beberapa contoh dokumen pdf format petunjuk ringkas sitasi dan citation manager app Zotero dari beberapa perpustakaan universitas di dunia.

  • University of Queensland: https://www.library.uq.edu.au/training/citation/vancouv.pdf
  • University of Western Australlia: https://library.uws.edu.au/uws_library/sites/default/files/cite_Vancouver.pdf
  • MIT: http://libguides.mit.edu/ld.php?content_id=6600490

Selain beberapa referensi di atas, terdapat banyak sekali lainnya. Silahkan mencari yang mudah untuk anda pahami. Sementara ini kami sedang menyusun dokumen sejenis yang disesuaikan dengan kebutuhan mahasiswa, dosen, peneliti ITB secara umum. File pdf (dan mudah-mudahan screen cast tutorialnya) dapat segera tersedia di website Perpustakaan ITB (http://lib.itb.ac.id).

WTF: Daftar bacaan vs daftar pustaka (reblog)

8815739061_9198175166_z

 

 

 

 

(image: flickr/mypandorasbox, CC licensed)

Cerita ini awalnya ditulis dalam perjalanan, Bandung-Balikpapan-Bandung akhir tahun lalu. Sudah pernah dipublikasikan sebagai blogpost tapi dengan sangat banyak typos. Saya telah perbaiki typos dan tambah pada beberapa bagian untuk menjadi tulisan ini.

Daftar pustaka itu penting dan bukan sekedar formalitas atau sebuah bab di halaman paling akhir dari tugas akhir atau paper anda. Seperti yang telah saya sampaikan dalam beberapa posts “Mengapa daftar pustaka penting?”, “Memulai skripsi dari daftar pustaka”, dan “Ctrl-F”, sangat penting untuk memperhatikan Daftar Pustaka (DF). Tapi ada lagi istilah yang lain, Daftar Bacaan.

Apa lagi ini?

Jangan panik dulu. Ini hanyalah daftar materi yang telah anda baca. Jadi belum tentu anda pakai sebagai rujukan dalam teks. Apapun yang telah anda temukan, yang telah anda baca masuk ke dalam kategori ini. Mungkin hasilnya ada 50 item bacaan.

Setelah itu apa?

Setelah itu anda seleksi, mana yang relevan dengan konteks makalah, penelitian, atau apapun yang sedang anda tulis.

Stop sarapan dulu ya

Apa saja kriteria “relevan”?

Menurut Peat et.al (2002) dalam bukunya Scientific writing is easy: when you know how dan pengalaman saya, maka ada beberapa kriteria:

  1. relevan dari sisi lokasi geografis: kita bekerja di bidang ilmu kebumian, jadi lokasi geografis sangat penting sebagai salah satu kunci (baca juga Bagaimana Indonesia “ditemukan”?
  2. relevan dari sisi metode: coba anda cari bahan-bahan yang sama atau mirip dari sisi metode dengan apa yang akan anda lakukan.
  3. relevan dari sisi hasil: coba anda buka hipotesis anda, kemudian cari bahan yang hasilnya mirip atau sama dengan hipotesis anda.

Daftar Pustaka bisa jadi lebih sedikit dibanding Daftar Bacaan. Seleksi dilakukan dengan cara membaca kritis (critical reading) bahan-bahan bacaan kita. (apa pula ini? kapan-kapan ya)

Membaca kritis sangat diperlukan karena alur pikir sangat dikendalikan oleh apa yang telah kita baca. Jadi benar kata orang (entah siapa), bahwa untuk menulis dengan baik, seseorang harus banyak membaca.

Celaka 12 bukan.

Setelah itu lalu?

Setelah daftar bacaan anda seleksi, maka itu adalah calon Daftar Pustaka anda. Kemudian anda tinggal sisipkan item tersebut dalam teks anda. Tentunya lokasi penyisipan harus relevan dengan aliran cerita dalam teks.

Loops

Akan ada tiga tahapan: pencarian literatur (literature search) untuk membuat daftar bacaan (reading list), penyaringan daftar bacaan (filter), membuat sitasi dalam teks (in-text citation) untuk membuat daftar pustaka (Reference list/bibliography). Alur tahapan ini bisa bersifat linear, sekaligus juga loop (siklus) yang berulang. Loop bisa besar dari bawah ke atas untuk mengoreksi tahapan literature search atau loop kecil yang mengoreksi in-text citation.

BibliographicalLoop

 

 

 

 

BibliographicalLoop (pdf format)

Apa perkakas (tools) yang diperlukan?

Oya supaya lebih otomatis (baca: keren) gunakan tools reference library dlm piranti lunak pengolah kata anda. Sudah ada kok sejak jaman WordStar dan ChiWriter (maaf buat yg ngerti pasti hanya generasi 80 dan 90 an). Kita saja (termasuk saya) yang tidak pernah tahu atau belajar menggunakan fasilitas ini. Jadi ceritanya kalau kita sebut nama suatu artikel dalam teks, maka secara otomatis identitas makalah tersebut akan  muncul si bagian akhir dokumen di bab daftar pustaka.

Stop dulu boarding ya 🙂

Kalau sekarang ada Zotero dan Mendeley yang free, atau kalau anda sedang studi di LN, kebanyakan akan menyediakan lisensi EndNote untuk mahasiswa. Ikut kursus saya Reference Management ya.

Beberapa tahun yang lalu saya sempat mengunggah (upload) tutorial bagaimana menggunakan fasilitas itu di Microsoft Word, silahkan buka menu Download di website ini atau di derwinirawan.wordpress.com. Kembali ke bahasan kita.

Menulis is a matter of precision (walaupun saya masih sering juga ditegur istri saya, yang juga sering jadi proof reader). Ini berlaku di semua bagian dalam karya ilmiah, termasuk urusan daftar pustaka, membuat sitiran, merujuk gambar, merujuk tabel, serta bagian ucapan terimakasih (acknowledgement) (ini yang sering lupa). Kapan-kapan saya akan tulis mengenai hal ini dalam serial (W)riting’s (T)otally (F)un.

Penutup

Jadi jelas ya ada daftar bacaan (reading list) ada pula daftar pustaka (bibliography atau references). Jelas bedanya, tidak semua yang ada dalam “Daftar Bacaan” ada dalam “Daftar Pustaka“.

Setiap frasa, pendapat, analisis harus jelas milik siapa. Kalau milik penulis lain, maka yakinkan namanya ada dalam tulisan dan daftar pustaka kita. Bila tidak ya siap-siap dituduh plagiat atau penjiplak. Suatu tuduhan yang sungguh berat untuk kesalahan yang sepele dan hanya perlu sedikit waktu yang disisihkan untuk memeriksa teks/naskah. Modalnya hanya Ctrl-F.

Walaupun kita selalu inginnya Ctrl-Alt-Del terus Power Off hehe.

Selanjutnya, mengapa kita melakukan riset … (sarapan dulu)

Lho bukannya tadi sudah?

Ini sudah beda hari.

Reference Management Course

WTF3

(image from: boxyblogs.com)

GEA

Batch-2

KK Geologi Terapan dan Comlabs menyelenggarakan:

Mini Workshop

Memulai menulis dari daftar pustaka: bagaimana mengelola referensi

Hari/tanggal: Rabu, 28Jan2015
Jam: 13-16
Tempat: R. Hilmi Panigoro, GL lt 2

Terbuka utk umum. Tempat terbatas.

slide: http://goo.gl/n1qHcq

Software: http://www.zotero.org

Download dan install:

zotero app, connector to firefox, connector to MsWord/LibreOffice.

Diharapkan bawa laptop dgn baterai terisi penuh.

View on Path

Attention to participants: Intro to R and Reference Management

WTF4

(image from: writingclassesforkids.com)

For Intro to R and Reference Management course participant.

Be sure to download and install all the required softwares prior to enter the class.

1) R base from cran.r-project.org
2) R Studio from rstudio.com
3) zotero app, zotero addins for firefox, zotero addins for MsWord/LibreOffice from zotero.org

See you later in class.

View on Path

Shortcourse on Reference Management

IMG_2924.JPG

Course outline
Part 1: intro to reference management
1.1 common problems and solutions

  • What are
    • the common problems in scientific writing (papers, thesis, dissertation)
    • the common mistakes in writing
    • the tools and proposed solutions

1.2 What is reference management

  • How does it help to our writing and what are the tools needed
  • Where to get the softwares and why does it have to be opensource
  • How to install Reference Manager and connect it to our word processor
Part 2: how to retrieve references
2.1 Where to find:

2.2 tweaking the keywords
  • What is a keyword
  • What is keyword’s operator
  • How to get the best search results
  • Use “Google Scholar” alert notification
  • How to store the information
Part 3: how to store your references
3.1 how to store your references
  • Saving the pdfs and metadata
  • Folder structure
3.2 how to use reference manager
  • Importing, Organizing, and Taking notes
  • Using and adding Citation style
  • Citing  and Making bibliography
Part 4: how to cite
4.1 Citation style
4.2 Paraphrasing
4.3 Plagiarism
4.4 how to use “Cite While You Write”
Requirements:
  • Bring your laptop
  • Install Zotero or Mendeley reference manager prior to the course
  • Bring a sample of reference (paper, thesis etc)

Date: January 2015

Place: PMO or Comlabs
Registration:
  • email to dasaptaerwin@outlook.co.id or
  • Tag facebook/dasaptaerwin or
  • Mention @dasaptaerwin