Tag Archives: dikti

WTF: Bagaimana Indonesia “ditemukan”? SEO for Academics

Dasapta Erwin Irawan,

Institut Teknologi Bandung

loupe

Gambar 1 Loupe dari flickr/alainbachellier

Tulisan pendek ini adalah lanjutan dari tulisan saya berjudul Mengangkat nama Indonesia dari tulisan. Bila ingin format pdf-nya, bisa mampir ke [sini]{http://goo.gl/9PJpWD). Kali ini saya akan bercerita tentang bagaimana Indonesia ditemukan. Karena saya bukan ahli sejarah, maka kata-kata tersebut mohon tidak diartikan secara harfiah.

1 Pendahuluan

Memang bagian ini tidak wajib. Tapi saya suka dan harus membuat pendahuluan.

1.1 Search Engines

Apakah search engine itu?

Search engine adalah Google. Itu untuk mudahnya. Ini sebenarnya adalah aplikasi yang bertugas mencari dan menganalis apa saja yang dimasukkan penggunakan di kolom pencari (search column).

Apakah ada selain Google?

Ada:

  • Microsoft punya Bing
  • Buat yang lahir tahun 70-80an pasti kenal Yahoo, Altavista (sudah hilang), dan Lycos. Sepertinya masih ada.

1.2 Scientific databases

Apa lagi ini?

Kalau anda ingin mencari secara spesifik material sainfitik, anda bisa menggunakan scientific databases. Dua diantaranya adalah:

1.3 Bagaimana aplikasi itu bekerja?

Kalau bertanya secara teknisnya, saya tidak bisa menjawab, karena bukan lulusan IT atau computer science. Yang jelas aplikasi-aplikasi tersebut akan mencari kata kunci yang telah dimasukkan oleh pengguna.

Mereka akan membuka database dan mencocokkan dokumen mana yang mengandung kata kunci itu.

1.4 Di bagian mana mencarinya?

Pertanyaan bagus. Di sinilah mulai saya bahas “bagaimana Indonesia ditemukan”

Let’s do a role playing.

2 Menemukan Indonesia?

Ready?…

Let’s do a role playing.

Sebut saja anda adalah mahasiswa S3 di salah satu perguruan tinggi (PT) di luar negeri (LN). Anda ingin meneliti tentang air tanah di Bandung, maka ia akan mencoba membuat literature review. Apa ini? Baca di sini, di sini, dan di sini.

Untuk itu ia mulai membuka beberapa database saintifik, sebut saja Google Scholar dan Scopus. Kalau ingin tahu lebih banyak, tentang Scopus bisa baca dan unduh slide saya di SlideShare.

Ia mulai mengetik beberapa kata kunci:

  • “air tanah Indonesia”
  • “air tanah Bandung Indonesia”
  • “air tanah Bandung”
  • dst

Apa yang sama dari ketiga kata kunci di atas? Lokasi bukan. Ia mungkin akan mencari informasi dalam skala Indonesia, kemudian turun ke skala Kota Bandung.

Apa yang ia harapkan muncul? Makalah ilmiah yang judulnya mengandung kata-kata Bandung dan atau Indonesia bukan.

Jadi begitu besar pengaruh menyebut lokasi dalam judul. Kalau anda menulis apa saja, yakinkan bahwa anda sudah menyebut lokasi dalam judul.

Di mana lagi kata-kata Indonesia ditemukan oleh mesin pencari?

Mungkin akan ditemukan di bagian abstrak. Jadi saat menulis yakinkan ada lokasi dalam abstrak anda.

Di mana lagi?

Di bagian kata kunci (keywords) yang biasanya di bawah abstrak.

Ada lagi?

Ya, di bagian afiliasi penulis. Kalau anda lihat makalah ilmiah, maka afiliasi penulis biasanya tertulis setelah nama penulis atau kadang di bagian bawah kiri halaman (lihat gambar berikut).

Paper

Gambar 2 Anatomi paper. Diambil dari akun ResearchGate saya

3 Bagaimana kondisi saat ini?

3.1 Jumlah publikasi ilmiah

Bagaimana kondisi saat ini? Berapa banyak paper atau makalah yang ditulis oleh orang Indonesia atau orang-orang yang berafiliasi Indonesia?

Saya sampaikan saja hasil kompilasi dari database Scopus oleh Prof. Hendra Gunawan (Guru Besar Matematika ITB) dalam tweetnya berikut ini.

tweet

Gambar 3 Daftar peringkat perguruan tinggi produktif dalam membuat paper (menurut database Scopus)

Mohon tidak melihat institusi, namun lihatlah Indonesia secara keseluruhan. Masih kalah jauh bukan dengan tetangga sendiri, Malaysia.

Oya, hasil tersebut sangat mungkin akan berbeda bila kita menggunakan database Google Scholar (GS) atau Microsoft Academics (MA).

Kenapa?

Karena Scopus utamanya mencari informasi berjenis peer-reviewed paper atau prosiding seminar yang didaftarkan ke Scopus, sementara pencarian GS dan MA tidak hanya pada dua jenis paper tersebut.

3.2 Jumlah mahasiswa Indonesia di luar negeri

Berapa jumlahnya? Mari kita lihat informasi berikut.

 Program ini merupakan program panjang yang berkelanjutan oleh LPDP, dimana setiap tahunnya mereka memberangkatkan 3.000 putra putri terbaik bangsa.

"Tahun 2015 nanti diperkirakan jumlah lulusan yang pulang mencapai 900 orang, dan target yang diharapkan pada tahun 2030, LPDP melahirkan 60.000 pemimpin bangsa," ujar Direktur LPDP, Eko Prasetyo.

Dikutip dari laman Facebook LPDP

Jumlah di atas hanya dari Beasiswa LPDP. Masih ada banyak beasiswa lainnya, dari

  • Dikti,
  • Biro Kerjasama Luar Negeri Dikbud (maaf masih menggunakan nama kementerian yang lama karena sering gonta-ganti),
  • dll.

Sekarang apa hubungannya jumlah mahasiswa di luar negeri?

Akan saya jelaskan. Sabar.

3.3 Jumlah mahasiswa di LN vs jumlah publikasi?

Bukankah bagus banyak anak muda Indonesia menuntut ilmu di luar negeri.

Apa hubungannya dengan jumlah publikasi yang rendah?

Saya tidak menyangsikan dampaknya kepada Indonesia. Saya hanya akan menyoroti satu elemen saja kegiatan ilmiah mahasiswa kita di LN.

Kegiatan apa itu?

Menulis makalah ilmiah.

Apa pula masalahnya?

Ingat gambar anatomi paper (Gambar 2) dan ingat pula bagaimana mesin pencari menemukan Indonesia. Salah satunya adalah di afiliasi penulis. Mari kita lihat beberapa kemungkinan berikut:

  • Kasus no 1: Sang penulis adalah mahasiswa di PT dalam negeri (DN) dengan lokasi penelitian di LN.

Tidak perlu dibahas, karena jarang sekali terjadi.

  • Kasus no 2: Sang penulis adalah mahasiswa di PT dalam negeri (DN) dengan lokasi penelitian di Indonesia.

Maka mestinya ia akan menuliskan kata-kata Indonesia pada bagian judul, abstrak, dan kata kunci makalah.

Maka Paper ini akan muncul dalam pencarian dengan kata kunci seperti di atas.

  • Kasus no 3: Sang penulis adalah mahasiswa di PT LN dengan lokasi penelitian di Indonesia

Maka ia akan menuliskan kata-kata Indonesia pada bagian judul, abstrak, dan kata kunci makalah.

Maka Paper ini akan muncul dalam pencarian dengan kata kunci seperti di atas, tapi tidak akan menambah jumlah paper berdasarkan institusi dalam daftar di Gambar 3.

Lho kenapa? akan saya jelaskan.

  • Kasus no 4: Sang penulis adalah mahasiswa di PT LN dengan lokasi penelitian di LN

Ini sangat sering terjadi.

Maka ia tidak akan menuliskan kata-kata Indonesia di bagian manapun dalam papernya.

Maka paper tersebut tidak akan muncul dalam pencarian dengan kata kunci seperti di atas.

4 Libatkan penulis yang berafilisasi lembaga di Indonesia

Kita akan fokus ke kasus no 3 dan 4. Pada kasus no 3, paper akan muncul dalam pencarian dengan kata kunci Indonesia tapi tidak akan menambah daftar pada Gambar 3, karena afiliasi yang tertulis dalam paper pasti afiliasi PT LN.

Untuk kasus no 4, paper hanya akan muncul bila penulis mencantumkan afiliasi lembaga Indonesia.

Bagaimana caranya?

Saat yang terpikir hanyalah melibatkan penulis dengan afiliasi lembaga di Indonesia. Idealnya si penulis tambahan ini harus bekerja di lembaga yang milik pemerintah Indonesia yang berlokasi di Indonesia. Ajak mantan pembimbing anda atau rekan anda yang sedang menuntut ilmu di Indonesia.

Tidak ada salahnya bukan.

Apakah supervisor anda di LN setuju?

Asal anda menyampaikan dengan baik, tidak ada alasan buat profesor itu untuk menolak. Selama urutan penulisnya betul.

** Kenapa?** baca tulisan saya tentang [Authorship}(http://goo.gl/yQZ9Tr) di sini dan di sini.

Jadi letakkan nama mitra penulis tambahan ini sesuai perannya, yang mestinya (most likely) akan jatuh di paling belakang. Tidak masalah bukan.

Dengan cara ini mesin pencari akan menemukan paper anda, one way or another.

5 Penutup

Begitulah cerita pendek ini. Cerita tentang Menemukan Indonesia. Mohon maaf bila masih banyak kesalahan (typos) dan kekurangan di sana-sini. Maaf juga gambar berukuran jumbo masih belum di-resize.

“Maklum masih draft 1”, kata mahasiswa saya yang sedang tugas akhir.

Salam, Erwin Institut Teknologi Bandung Find me on twitter (@dasaptaerwin)

Naskah ini dibuat dengan R-markdown.

WTF: Proposal submitted: what next ?

Deadline

(image from: artofnfp.org)

Oleh: Dasapta Erwin Irawan

Note: I made this post as a reflection of several posts from my students on their social media, Facebook, Twitter etc. I decided to blog about it, and because of its local sense, I wrote it in Indonesian language.

Tidak ada lagi yang bisa anda lakukan selain berdoa.

Beberapa hari ini banyak post dari mahasiswa yang menceritakan pengalamannya mengunggah proposal PKM (Pengabdian Kepada Masyarakat) ke situs online Simlitabmas Dikti. Umumnya mengeluhkan susahnya dan lamanya proses pengunggahan. Tentunya ini berhubungan dengan kapasitas server dan ribuan akses pada saat yang sama, menjelang deadline. Terlepas dari kebiasaan para deadliners ini, yang mana saya juga sering melakukan, tidak ada lagi yang bisa dilakukan selain berdoa. Setelah bekerja keras membuat proposal, mengunggahnya, maka setelah itu tinggal berdoa.

Tapi saya ingin mencoba mundur sedikit ke waktu sebelum proposal diunggah. Dari semua referensi yang ada, urutan kerja dalam membuat proposal adalah:

  1. Menentukan ide, ini sifatnya iteratif, terdiri dari:
    • Memunculkan ide
    • Menyaring ide
    • Mengumpulkan informasi terkait
    • Memilih ide

Tautan berikut berisi video menarik tentang bagaimana membuat Research Question.

  1. Memulai menulis proposal dengan outline umum sebagai berikut:
    • Latar belakang dan pentingnya penelitian.
    • Komponen metode yang akan dilaksanakan, dilengkapi dengan diagram alir.
    • Disain waktu pelaksanaan penelitian dan anggaran
    • Tim pelaksana

Berikut video yang bagus mengenai What is Research.

  1. Mengirimkan proposal, bisa secara offline dalam bentuk dokumen tercetak atau online melalui situs tertentu.

Mestinya mahasiswa sudah paham langkah-langkah tersebut, tapi banyak yang lupa bahwa ada langkah ke-0, yaitu persiapan. Apa saja itu?

0.1 Informasi

Siapa yang memegang informasi, dialah yang berhasil. Salah satu informasi yang penting adalah peluang dana penelitian. Agar tahu peluang, maka mahasiswa harus berjejaring, dengan sesama mahasiswa yang beda prodi, beda fakultas, bahkan beda universitas. Saat ini informasi sejenis sangat mudah dijumpai kalau tahu caranya.

Lembaga pemberi dana biasanya memiliki situs online atau bahkan memiliki akun resmi di sosial media tersendiri, bisa Facebook, Twitter atau Google +. Coba ikuti (follow) akun mereka. Cara lainnya adalah anda memantau situs-situs mereka secara rutin dan mengikuti miling list yang membahas tentang peluang-peluang dana penelitian.

0.2 Baca panduan proposalnya (Read the guidelines)

Mempelajari ini perlu kesabaran, kadang saya juga sering tidak sabar. Memang isinya akan selalu mirip antara satu program dengan program lainnya, tapi percayalah pasti ada bedanya. Walaupun sedikit, beda ini bisa menggagalkan proposal anda. Bahkan pada tahap yang paling awal, seleksi administrasi.

0.3 Dokumen yang sering terlupa (the most forgotten things)

Beberapa dokumen ini sering kali teringat pada saat-saat terakhir. Banyak yang bilang, pentingkan isi proposal dulu. Pikirkan ide, metode, hal-hal substantif lainnya dengan baik.

Well they’re slightly right but absolutely wrong.

Memang ide penting, tapi kembali lagi kalau dokumen-dokumen ini tertinggal, proposal anda tidak akan sampai ke meja para reviewer (penilai proposal).

Dokumen-dokumen ini agak sulit dikumpulkan terutama karena berasal dari banyak orang:

  1. Lembar pengesahan. Kertas ini mungkin hanya selembar, tapi isinya adalah tandatangan beberapa orang, dari dosen pembimbing, ketua prodi, sampai dekan. Lembar ini bisa sangat bernilai tinggi seperti lukisan Monalisa di saat menjelang deadline proposal.
  2. Biodata dosen pembimbing. Ini apalagi, dosen anda sangat mungkin sedang sibuk di saat-saat menjelang deadline proposal anda.
  3. Biodata tim pelaksana. Anda mungkin sangat dekat dengan teman-teman anda, tapi percayalah seringkali dokumen ini susah sekali diperoleh di saat-saat anda sangat memerlukannya.

Jadi pastikan tiga dokumen di atas adalah yang pertama harus anda miliki, bahkan saat ide baru muncul.

Sebelum anda beralih ke jendela Facebook anda, berikut ada satu video lagi tentang Deadline in animation.

Yang membuat saya bangga adalah, mahasiswa yang saya bahas di atas, bukan mahasiswa pasca sarjana, melainkan mahasiswa S1.

Proposal-AfterSubmission

Beberapa informasi yang bermanfaat

Remove Post Abraary Raditya Irawan Beberapa informasi yang mungkin bermanfaat: http://bit.ly/fGdyla.

 

Yth Bapak/Ibu, berikut beberapa informasi dari website KK Geologi Terapan (www.fitb.itb.ac.id/kk-geologi-terapan)

1)      Jadual presentasi Aminef di ITB
Tanggal Pelaksanaan : Kamis (10/2/2011)
Waktu: 10.00 – 11.00 WIB
Tempat: Institut Teknologi Bandung (ITB)/Ruang 9311 (Multimedia)-Labtek VI Lt.I Jalan Ganesha No.10, Bandung.
Informasi: International Relation Office ITB Jalan Ganesha No 17, Bandung

2)      Penerimaan Usulan Proposal Pengabdian Kepada Masyarakat Tahun 2011. Informasi selengkapnya di: http://is.gd/2s03Zb.

3)      Beasiswa Luar Negeri Zhejiang University Tawarkan S-2 dan S-3. Informasi selengkapnya di: http://bit.ly/flmSYA.

4)      Program Beasiswa Fullbright:

a.       Fulbright-Dikti Senior Research Award Program (informasi selengkapnya di http://bit.ly/dOzSh5)

b.      Fulbright-Dikti Doctoral Dissertation Research (DDR) Award Program (informasi selengkapnya di: http://bit.ly/dUOGbR)

c.       Fulbright-Dikti Ph.D. Program (informasi selengkapnya di: http://bit.ly/eQsP9q)

d.      Fulbright-Dikti Master’s Degree Program (informasi selengkapnya di http://bit.ly/eJJf0B)

Info Dikti Jan 2011

Beberapa informasi dari Dikti:

  1. Pameran dan Seminar ”Climate Change Indonesia 2011” Education Forum & Expo, untuk info lengkap akses http://is.gd/NApmjB
  2. Program Bantuan Penulisan/Publikasi Artikel Ilmiah Pada Berkala Bereputasi Internasional Tahun 2011, untuk info lengkap akses http://is.gd/J5Isp6
  3. Pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah Nasional / Internasional Tahun 2011, untuk info lengkap akses http://is.gd/a6rdp0
  4. Penerimaan Proposal Program Hibah Penulisan Buku Teks Tahun 2011, untuk info lengkap akses http://is.gd/cx2YII
  5. Insentif Penulisan Buku Ajar 2011, untuk info lengkap akses http://is.gd/0sH8rA