Morfologi dasar S. Cikapundung dan analisis kualitas airnya

Analisis data batimetri dan kualitas air pada S. Cikapundung Segmen Bukit Tunggul-Dayeuhkolot

Gambar ini adalah catatan hasil diskusi dengan Fachrul, mahasiswa S1 Geofisika Unpad. Ini memang kerjasama antara Bu Eleonora Agustine dari Unpad dan saya.

Foto disimpan di: https://photos.app.goo.gl/E3xQ11AxAC5hm6k68

Riset ini gabungan dua bidang: geofisika dan hidrogeologi. Kami memeriksa morfologi dasar S. Cikapundung dengan echosounder dan mencoba menghubungkannya dengan interaksi antara air sungai dan air tanah di sekitarnya. Di sini kami juga menganalisis kualitas air sungai dan air tanah. Berikut hasil-hasilnya.

Mengapa kami melakukan ini?

Sungai Cikapundung (CKP) merupakan salah satu dari 13 anak Sungai Citarum. Sungai ini berfungsi sebagai drainase utama pusat kota dan sumber air baku Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Bandung. Bantaran CKP telah mengalami alih fungsi lahan yang kemudian ditengarai menjadi salah satu sumber pencemaran air sungai, juga air tanah di kawasan bantaran sungainya (riparian).

Kami menyebut air tanah, karena memang dua badan air ini berhubungan sangat dekat. Dari riset-riset sebelumnya (Lubis 1997 dan Darul dkk., 2015) telah teridentifikasi tiga zona hubungan air sungai dan air tanah, yakni:

  • Zona tidak berhubungan: tidak ada aliran air baik dari akuifer ke sungai dan sebaliknya: Zona ini ada di bagian utara, tepatnya di sekitar Maribaya atau di kawasan lainnya dengan batuan lava di dasar sungai dan tidak ada akuifer yang secara langsung dipotong oleh lembang CKP.
  • Zona efluen: ada aliran air dari akuifer ke sungai. Biasanya ditandai dengan mata air yang muncul di tepi sungai. Indikasi lainnya adalah muka air tanah di sumur, lebih tinggi dibanding muka air sungai. Zona ini berada di antara segmen Maribaya hingga Viaduct. Bagi yang asing dengan istilah viaduct, itu jembatan kereta api yang melintas di atas Jalan Perintis Kemerdekaan Bandung. Kalau masih tidak tahu juga, buka Google Maps. 😀
  • Zona influen: ada resapan air dari sungai ke dalam akuifer. Tandanya adalah muka air tanah di sumur lebih rendah dibanding muka air sungai.

Selain dua penulis di atas, ada juga Tanuwijaya dkk (2016, 2017, dan 2018) yang mengobservasi debit sungai dan menganalisis zona imbuhan, transfer dan luahannya.

Apa yang kami lakukan?

Kami mengadakan pemetaan batimetri sungai dan kualitas air sungai dan air tanah pada tiga lokasi: Bukit Tunggul, Tamansari, dan Dayeuhkolot. Ketiganya dipilih untuk dapat menggambarkan kontras kondisi batimetri sungai dan kualitas air.  Di setiap lokasi, selain melakukan pengukuran profil batimetri menggunakan echosounder, kami juga mengukur kecepatan arus (V arus).

Kami mengambil sampel dan menganalisis parameter fisis dan kimianya, antara lain: konduktivitas listrik (EC), jumlah padatan terlarut (TDS), derajat keasaman (pH), suhu (T), unsur utama, dan unsur logam. Hasil

Bagian 1: batimetri

Data batimetri DAS Cikapundung pada daerah hulu memiliki nilai dalam rentang 0,32 – 0,41 m, daerah tengah dalam rentang 0,21 – 0,65 m dan daerah hilir dalam rentang 1,35 – 2,57 m. Dari nilai tersebut diketahui variasi nilai yang rendah pada bagian hulu dan semakin tinggi pada daerah hilir. Penampang batimetri masih dikerjakan.

Bagian 2: analisis kualitas air

Berdasarkan nilai EC dan TDS sebagai parameter utama penentu kualitas air, nilai tertinggi terdapat pada daerah Dayeuhkolot dibandingkan titik pengukuran lainnya. Maka daerah Dayeuhkolot memiliki kualitas air yang paling rendah. Berdasarkan PP Nomor 82 Tahun 2001 dan PERMENKES Nomor 92 Tahun 2010 semua zona berada dalam kondisi normal. Adapun pengukuran kandungan logam terdapat nilai Pb yang melebihi batas normal. Data batimetri yang dihubungkan dengan kualitas air tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap studi kualitas air. Dibuktikan dengan perbandingan parameter fisis dan kimia pada daerah Tamansari dan Dayeuhkolot.
Kata kunci: DAS Cikapundung; Batimetri; Kualitas air

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s