Seri telaah sejawat: Makalah beban ganda regulasi air tanah

Makalah yang ditelaah

Dasapta Erwin Irawan, Darul, A., Sumadi, H., Kuntoro, AA., Argo, TA., dan Nurhayati, Y., 2017, BEBAN GANDA PENGELOLAAN AIR TANAH DI KABUPATEN/KOTA PASCA PEMBATALAN UU NO 4/2007 TENTANG SUMBER DAYA AIR: ILUSTRASI DARI KOTA BANDUNG, Vol 6, No 1, Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, doi: http://dx.doi.org/10.23887/jish-undiksha.v6i1.9720, terindeks Google Scholar .

pxhere C-0

Penelaah 1

a)Lingkup keilmuan dan kedalaman analisis:  

Artikel ini memberikan gambaran mengenai perkembangan regulasi air dan bagaimana kondisinya setelah UU 7/2004 tentang SDA dibatalkan dengan menjelaskan posisinya relatifnya kepada taksonomi produk hukum lainnya. Makalah ini juga menayangkan akibat buruk yang mungkin terjadi, bila regulasi UU tentang SDA tidak kunjung diterbitkan. 

b)Keluaran utama dari karya ilmiah:  

Tulisan ini mampu memberikan pesan tentang pentingnya koordinasi pembuat kebijakan secara vertikal dan horizontal untuk dapat melihat taksonomi regulasi secara utuh. 

c)Kebaruan utama karya ilmiah: 

Makalah tentang sumberdaya air umumnya hanya menelaah sisi teknis. Makalah ini memberikan warna lain dengan komposisi penulis yang terbagi antara yang berlatar belakang ilmu air dan yang berasal dari ilmu hukum. 

d)Dampak langsung keilmuan dan kemanfaatan: 

Makalah ini bermanfaat untuk memberikan ide-ide pengelolaan sumberdaya air. Bila para pembuat kebijakan mau mengadopsinya, maka akan bagus sekali. 

e) Hal penting lainnya:  

Para pengelola air di daerah menghadapi dilema: bila tidak ditangani kondisi kuantitas dan kualitas air akan terus memburuk, sementara bila ditangani mereka tidak punya rujukan regulasi yang salah satunya bisa mengakibatkan salah saat mengalokasikan anggaran untuk kegiatan yang tidak menjadi kewenangannya. Jadi makalah ini bisa mengambil peran penting dalam memberi masukan untuk pennurunan produk hukum terkait. 

Penelaah 2

a)Lingkup keilmuan dan kedalaman analisis:  

Lingkungan keilmuan makalah ini merupakan kombinasi antara bidang ilmu air dan ilmu hukum. Namun demikian analisis ilmu air masih terlihat mendominasi. Walaupun dari sisi hukum analisisnya kurang dalam, tapi saya melihat sudah memberikan gambaran situasi sumber daya air saat ini serta tuntutan adanya regulasi. 

b)Keluaran utama dari karya ilmiah:  

Kekuatan dari artikel ini bukan pada konten hukumnya, tetapi lebih banyak kepada cara pandang para praktisi sumber daya air dalam memandang produk hukum yang mengatur pengelolaan air.  

c)Kebaruan utama karya ilmiah: 

Artikel ini adalah salah satu contoh publikasi yang dilakukan oleh dosen/peneliti multidisiplin. Sebuah contoh bagus untuk membina kerjasama antara bidang saat memberikan solusi terhadap suatu masalah. Selama ini, sumber daya air dipandang hanya dari satu dua bidang ilmu saja.  

d)Dampak langsung keilmuan dan kemanfaatan: 

Makalh ini memberikan gambaran hubungan jalur regulasi air dengan jalur regulasi lingkungan dan penataan wilayah. Terlihat sekali bahwa pasal-pasal tentang air, khususnya air tanah masih lemah.  

e) Hal penting lainnya:  

​Dalam beberapa kasus, hal ini akan memudahkan pakar hukum menstrukturkan produk regulasi agar saling mengisi dan mengait.

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s