Progress report: Nutrient dynamics at the interface between surface water and groundwater with aquatic vegetation in Cikapundung river

Artikel ini merupakan laporan kemajuan Riset Dikti 2018. Versi terkini akan tersimpan dalam Repositori Github Dasaptaerwin/Nutrien2018.

github-logo

BAB 1 PENDAHULUAN

Aliran sungai di Bandung ditengarai telah tercemar dengan berbagai polutan, baik yang dari aktivitas domestik maupun dari aktivitas pertanian dan perindustrian (Prihandrijanti dan Firdayati, 2011, Marselina dan Burhanudin, 2017, Astuti et al., 2016). Kondisi merupakan tren yang terjadi pula di beberapa kota besar (megacity) di Asia (Umezawa et al., 2008). Salah satu yang menjadi indikatornya adalah kandungan nutrient.

Nutrient atau nutrisi adalah kandungan nitrogen dan fosfor dalam berbagai bentuk dalam air. Dalam proporsi yang alamiah, mestinya keduanya sangat diperlukan oleh ekosistem, antara lain untuk kehidupan mikroorganisme dalam air, misal alga. Tapi dalam jumlah besar, atau terlalu besar, disebut sebagai kontaminasi, akan mengganggu ekosistem akuatik (perairan), bahkan manusia. Penyebab kontaminasi ini adalah aktivitas manusia (antropogenik). Secara lebih luas, beberapa aktivitas manusia yang tidak terkendali telah ditandai memiliki dampak (negatif) kepada lingkungan.

Yang ingin kami ketahui adalah apakah ada hubungan antara kandungan nutrisi dalam air dengan pertumbuhan vegetasi di bantaran Sungai Cikapundung, apakah konsentrasi nutrisi telah mencapai level dapat memicu tidak hanya mikroorganisme (vegetasi mikro) tetapi juga pertumbuhan vegetasi makro.

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

Beberapa dokumen di bawah ini merupakan referensi penting dalam riset ini:

Riset ini sangat terkait dengan dua riset tahun 2017 sebagai berikut:

BAB 3 TUJUAN DAN MANFAAT PENELITIAN

Tujuan dari riset ini adalah untuk mengidentifikasi apakah ada hubungan antara peningkatan kadar nutrisi dalam air sungai dan air tanah di kawasan riparian atau bantaran sungai kepada vegetasi.

BAB 4 METODE PENELITIAN

Metode riset ini adalah sebagai berikut:

  • identifikasi zona vegetasi (revisitasi hasil tahun 2017)
  • pengamatan bantaran sungai secara umum
  • pengukuran muka air tanah dan muka air sungai, serta rekonstruksi aliran air tanah
  • pengambilan sampel air sungai dan air tanah
  • pengukuran nilai pH, TDS/Salinitas menggunakan strip pengukur
  • analisis spasial hasil pengukuran nutrisi (nitrat dan fosfat) dalam air sungai dan air tanah.

BAB 5 HASIL DAN LUARAN YANG DICAPAI

Hasil sementara yang didapatkan adalah sebagai berikut:

  • 20 sampel masing-masing untuk air tanah dan sungai
  • pengukuran strip kualitas air di lima lokasi, oleh lima orang berbeda, pada waktu yang sama, tiga kali per minggu, selama bulan April s/d Agustus 2018.

Hasil-hasil tersebut telah disarikan dan ditulis sebagai laman daring di:

BAB 6 RENCANA TAHAP BERIKUTNYA

Pada tahap berikutnya, kami akan melakukan:

  • overlay peta konsentrasi nutrisi dengan peta vegetasi
  • overlay peta konsentrasi nutrisi dengan peta tata guna lahan

BAB 7 KESIMPULAN DAN SARAN

Penelitian ini menghasilkan indikasi awal bahwa kandungan nutrisi belum pada level yang dapat memicu pertumbuhan vegetasi akuatik pada lingkungan perairan S. Cikapundung. Kesimpulan sementara ini akan kami perbarui sejalan dengan analisis.

DAFTAR PUSTAKA

Referensi telah disajikan sebagai tautan dalam teks.

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s