Pembangunan sistem informasi pengelolaan air tanah Kota Bandung

SEMINAR NASIONAL ILMU PENGETAHUAN, TEKNOLOGI DAN SENI, GEDUNG CRCS ITB 19-20 APRIL 2017

  1. JUDUL PENELITIAN: Pembangunan sistem informasi pengelolaan air tanah Kota Bandung
  2. PENULIS: Dr. Dasapta Erwin Irawan, Dr. Nur Ulfa Maulidevi, Dr. Rusmawan Suwarman, Irsyad Kharisma, ST.MT., M. Fadli, ST., Ahmad Darul, ST., MT., dan Anggita Agustin, ST., MT.
  3. ABSTRAK :

Pendahuluan: Data adalah salah satu output kegiatan riset yang sangat penting, namun belum terekspose secara maksimal di dalam laporan. Hal yang sama terjadi dalam kegiatan pengelolaan air tanah. Data hadir dalam bentuk dokumen tercetak, dan bila pun berbentuk soft file, ia tersimpan dalam format pdf yang tidak siap pakai. Secara spasial, data-data tersebut hanya muncul sebagai peta offline, sehingga sulit untuk dicari. Berdasarkan kepada kondisi tersebut, riset ini bertujuan untuk membuat peta data sederhana yang nantinya dapat digunakan sebagai salah satu dasar pengambilan keputusan dalam pengelolaan air tanah, menggunakan sumber daya piranti lunak (P/L) yang gratis, open source, dan memiliki fasilitas peta online.

Metode: Metode yang digunakan dalam riset ini adalah 1) pengumpulan berbagai laporan kajian air tanah dan kurasi data; 2) survey validasi koordinat data; 3) mencari P/L GIS desktop dan repositori online yang gratis dan open source untuk digunakan sebagai media manipulasi data awal, 4) setup sistem dan input data, dan 5) visualisasi data. Seluruh sumber daya yang digunakan dalam sistem ini bersifat gratis dan open source. Kami menggunakan Open Street Map (OSM) untuk setup peta, serta QGIS desktop, dan QGIS cloud untuk piranti lunak GIS.

Hasil: Tim berhasil mendapatkan kurang lebih 200 titik data sumur akuifer dangkal dengan kurang lebih 15 parameter pengukuran yang terdiri dari parameter fisik dan kimia air. Dari data tersebut sebanyak 50 titik kemudian dikunjungi secara acak untuk menguji validitas koordinat. Data-data tersebut kemudian diplot di atas OSM dan diolah menggunakan piranti lunak QGIS desktop, sebelum pada akhirnya diunggah ke QGIS cloud pada tautan QGIS cloud Bandung.

Diskusi: Sistem QGIS desktop dipilih berdasarkan survey sederhana (tautan Google Forms) kepada 68 (target 100) mahasiswa (terdiri dari mahasiswa S1, S2, dan S3) tentang P/L GIS open source yang pernah mereka pelajari dan/atau mereka pakai sampai saat ini. Dua P/L yang kami ajukan kepada responden adalah QGIS dan GRASSGIS. Hasilnya 97% mahasiswa memilih QGIS dengan pertimbangan paling mirip interface nya dengan P/L berbayar yang sebelumnya dan/atau selama ini mereka pakai (ArcGIS/Mapinfo). Selain gratis, QGIS juga dipilih karena minimnya aspek pemrograman dalam pengoperasiannya. QGIS memiliki sistem online yang juga gratis dengan kapasitas data maksimum sebesar 1 GB. Kapasitas selebihnya berbayar. Pada sisi kurasi data, kendala ditemukan dalam hal format data. Format data binary (seperti xls) dengan format pengisian data yang tidak sama. Tim perlu direformat layout tabel agar dapat disatukan. Format yang diusulkan adalah ASCII csv (Comma Separated Values) agar mudah dibuka oleh berbagai P/L olah tabel. Sebagai satu kesatuan, tim juga merekomendasikan repositori terbuka OSF dari Center for Open Science yang gratis dan dapat dihubungkan dengan Google Drive serta Github dengan baik. Seluruh data dianjutkan untuk diunggah ke repositori ini agar mudah dicari, memiliki kode DOI sehingga memiliki persistent online link serta dapat dibuka secara luas kepada masyarakat dengan lisensi CC-BY.

Kesimpulan: Bahwa sistem QGIS dan QGIS cloud dinilai dapat memenuhi kebutuhan input data dan visualisasi kondisi data air tanah di Kota Bandung. Sistem ini perlu pengembangan dengan melibatkan lebih banyak webGIS programming menggunakan bundle aplikasi BoundlessGeo yang juga gratis dan open source. Beberapa output yang telah dihasilkan: 1) QGIS cloud Bandung; 2) Repositori data OSF (doi: 10.17605/OSF.IO/TMJXZ); 3) Slide paparan ke Pemkot Kota Bandung (19 Mei dan 25 November 2016), 4) Manuskrip berjudul “DOUBLE BURDEN” GROUNDWATER MANAGEMENT IN BANDUNG POST-WITHDRAWAL UU NO 4/2007: A CASE FROM BANDUNG” yang sedang dalam proses layout Jurnal Sosial dan Humaniora (DOAJ), serta manuskrip berjudul “The status of low cost GIS system implementation in higher education in Indonesia: a case from Institut Teknologi Bandung (2nd review Journal of Spatial Information Science” (tautan Overleaf).; 4) Tutorial QGIS for Linux user (tautan Figshare doi:10.6084/m9.figshare.4249385.v4).

Screenshot tampilan QGIS cloud berisi berbagai data air tanah Kota Bandung
Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s