Siklus menulis

Siklus menulis

Barusan dapat testimoni via telpon dengan salah seorang mahasiswa partner menulis.

Bahwa menulis itu awalnya malas, terus menjadi semangat, terus ketakutan melanda sebelum hari H presentasi, kemudian berubah menjadi “adrenaline rush” saat di depan audience (terutama saat celingukan dosen pembimbing tidak di depan mata), berakhir dengan ketagihan ingin menulis lagi.

Bravo…..

πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„

View on Path

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s