Dear Students, berginilah kalau dosen nge-blog. Ada contoh yang ilmiah seperti blog Pak Joko Sarwono ini (beliau Dosen Teknik Fisika ITB) di alamat http://jokosarwono.wordpress.com/, atau bisa juga yang campuran dengan yang ringan dan ditemui dalam kehidupan sehari-hari, seperti blog milik Pak Budi Rahardjo (beliau Dosen Teknik Informatika) di alamat http://rahard.wordpress.com/.
Ok… Selamat ngeblog…

Joko Sarwono's Blog

Alhamdulillah, akhirnya kesampaian juga mengunjungi Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Dua masjid yang menjadi ikon utama umat Muslim diseluruh dunia. Selama ini hanya bisa mendengar ceritera dari mulut ke telinga (dan membaca dari berbagai sumber) bahwa sistem tata suara di kedua Masjid tersebut sangat istimewa. Secara umum, kedua Masjid menggunakan sistem yang sejenis: Sistem Tata Suara terdistribusi. Tidak ada Loudspeaker utama, seluruh bagian ruangan disupply oleh banyak loudspeaker kecil, horn atau column. Kedua sistem sama-sama menggunakan delay processor. Yang membedakan kedua sistem adalah konsep peletakan loudspeakernya berdasarkan arah kiblat.

Di Masjidil Haram, area sholat berbentuk melingkar mengelilingi Kabah, sehingga di Masjid berlantai 3 plus basement ini dibagi menjadi 5 bagian besar sistem. Bagian pertama adalah sistem yang melayani area terbuka lantai dasar dimana Kabah berada. Area ini dilayani oleh beberapa column loudspeaker yang mengelilingi dan mengarah ke dalam area dimana Kabah berada.

Column LoudspeakerHorn Loudspeakers

Bagian kedua adalah area lantai 1 yang mengelilingi…

View original post 395 more words

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s