WTF: Tiga kesalahan umum saat menulis

Outline:

Ada tiga kesalahan umum saat menulis. Kenapa tiga? Rule of thumb katanya bilangan ganjil mudah diingat. Jadi kalau tidak 1, 3, atau sekalian 5.

Kesalahan pertama: Kurang motivasi

Dari yang saya amati, motivasi minim karena tugas dikerjakan sebagai tugas agar lulus kuliah. Seperti halnya menulis karya ilmiah, maka disusun agar gugur kewajiban saja. Anda tidak akan pernah tahu ke mana tulisan itu akan membawa anda dikemudian hari. Kalau anda muslim, maka dirikan sholat bukan sekedar kerjakan sholat bukan.

Saat anda mengerjakan makalah apapun dan untuk kegiatan apapun, coba bayangkan karya anda itu akan dibaca oleh lebih banyak orang. Bukan oleh dosen anda, atau kawan-kawan anda di kelas. Kalau anda berpikir demikian, maka dijamin anda akan bekerja jauh lebih intens, termasuk di dalamnya memeriksa kesalahan ketik (typo), daftar pustaka, dll. Baca juga: Cek dan ricek.

Kesalahan ketiga: Judul tidak “nyambung”

Judul selalu yang anda pikirkan pertama kali. Mestinya topik dan idelah yang anda pikirkan. Judul akan muncul dengan sendirinya pada saat anda menulis ataupun di saat-saat terakhir anda akan mengakhiri tulisan anda. Bahkan ekstrimnya, judul masih bisa anda ubah sesaat sebelum anda mengirimkannya ke redaksi.

Bila anda melakukan cara ini, maka pada akhirya anda akan sering merasa bahwa makalah anda salah judul. Judul yang pertama kali anda tuliskan seringkali harus anda ubah. Memang begitulah seharusnya. Kecuali bila anda pemenang hadiah Pulitzer yang bisa menulis bahkan dalam keadaan tidur.

Bandingkan alur penulisan dengan judul. Apakah sesuai. Judul juga harus menggambarkan metode, analisis, dan kesimpulan sekaligus. Misalnya, bisa makalah anda hanya memuat satu grafik regresi, maka jangan menggunakan judul dengan kata-kata “Analisis Statistik”, karena jelas pembahasannya akan sangat kurang. Baca juga: Essential guide writing a good abstract.

Published by

Erwin

Research interest: Hydrochemistry, multivariate analysis, and R programming My current focus is how to provide the hydrostratigraphy of volcanic aquifers in Bandung area. The research is based on environmental isotope measurement in groundwater and morphometry. My work consists of hydrochemical measurements. I am using multivariate statistical methods to provides more quantitative foundation for the analysis and more insight into the groundwater behaviour.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s