Ruang Kerja

Banyak orang yang sangat mengidamkan ruang kerja yang nyaman. Nyaman dalam hal ini, umumnya yang luas, dengan meja besar, kursi ergonomik yang empuk, serta sofa nyaman untuk menerima tamu. Oh iya, mungkin untuk jaman sekarang, definisi ruang kerja yang nyaman ditambah dengan seperangkat TV Plasma tergantung di dinding. Hmmmm. One more thing, secretary desk near by.

Pikiran saya tentang ruang kerja menjadi berubah, saat menghabiskan akhir tahun di Jepang. Bukan liburan kawan, tapi menjadi visiting lecturer di Chiba University Jepang, tepatnya di Center for Environmental Remote Sensing.

Definisi ruang kerja sama dengan meja 1/2 biro, dengan rak buku sederhana di atasnya, tentunya dengan sederet buku teks dan beberapa jurnal/periodicals. Sebuah PC atau laptop. Ruang kerja juga didefinisikan ulang sebagai suatu tempat dengan rekan setujuan yang siap diajak bicara, scientifically off course, although personal and fun matters can also be the subject. Dan satu hal lagi, ruang kerja harus membuat yang didalamnya dapat memaksimumkan potensinya.

Lanjut yang terakhir, yang saya bicarakan di atas baru ruang kerja (physically). It has to be a room with a soul. Where does the soul come from? No my friend, it’s a who, not a thing nor a place, it’s your love ones and your dearly in love with.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s